Saat Monang Dihabisi Meski Sudah Terkapar Korban Bentrok Dua Kubu Ormas - ...
Headlines News :

Edukasi online

Edukasi online
Logo Edukasi news

GIAT KARYA

GIAT KARYA
Pembangunan Gedung Redaksi edukasi news

GIAT KARYA

GIAT KARYA
PEMBANGUNAN GEDUNG REDAKSI EDUKASI NEWS

dasdasd

Home » » Saat Monang Dihabisi Meski Sudah Terkapar Korban Bentrok Dua Kubu Ormas

Saat Monang Dihabisi Meski Sudah Terkapar Korban Bentrok Dua Kubu Ormas

Written By Unknown on Minggu, 07 Februari 2016 | Minggu, Februari 07, 2016

Medan, Edukasi news

 Sebenarnya ini tayangan kengerian dan kebiadaban yang disaksikan oleh semua orang tanpa terkecuali, bila melihat tayangan detik-detik rekaman video aksi brutal yang menewaskan dua orang dari kelompok massa organisasi kepemudaan (OKP) yang bentrok di Kota Medan, Sabtu (30/1/2016) kemarin.

Dalam peristiwa itu Roy Silaban (40) dan Monang Hutabarat (49) tewas. Nama terakhir merupakan Ketua Ranting Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kampung Durian.

Monang sendiri tewas dengan cara yang cukup menyedihkan.
Dia mengembuskan napas terakhirnya usai dihabisi pakai balok kayu oleh pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Di beberapa titik jalan bahkan dibuat mencekam akibat dari dua kubu organisasi yang masing-masing sudah menyimpan dendam permusuhan yakni Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Pemuda Pancasila (PP).
 sekelompok massa sedang mengejar beberapa orang yang mengendarai kendaran bermotor di Jalan Pandu Medan.
Saat itu juga mereka langsung kucar-kacir tidak sempat menyelamatkan kendaraannya.

Sepeda motor yang tergeletak di tengah jalan langsung hendak dibakar, "ayo bakar-bakar aja," teriak suara di dalam rekaman itu.
Memasuki Jalan Asia dan Jalan Pandu tepatnya dekat rel kereta api, seorang yang tidak sempat melarikan diri langsung menjadi bulan-bulanan dihajar massa yang beringas.

Dia tergeletak dan tak mampu lagi berdiri.
Tak ada satu pun warga sekitar yang berani menghentikan aksi brutal yang menjurus keras itu.
Belakangan pria itu diketahui merupakan Monang. Seorang yang memakai pakaian loreng-loreng warna orange mengambil kesempatan itu. Balok kayu yang tergeletak di jalan langsung disambarnya dan diayunkan ke wajah Monang.
Pengeroyokan baru berhenti setelah seorang ibu memberanikan diri meneriaki agar berhenti.

"Jangan, jangan. Tolong," teriak suara seorang perempuan.

Namun sayangnya nyawa Monang tidak tertolong lagi.Tindakan ini lah yang membuatnya langsung meregang nyawa. Dia menjadi korban bentrokan antara kedua kubu OKP di Medan. sementara itu korban lainnya yang diketahui bernama Roy Silaban (40) warga Tuntungan.

Jenazahnya dibawa keluarga dari RS Mitra Sejati sekitar pukul 20.15 WIB. Almarhum Monang Hutabarat, korban jiwa bentrok antar ormas yang terjadi sehari lalu, meninggalkan lima orang anak dan satu isteri.

"Ada lima anak almarhum, tiga perempuan dan dua laki-laki," ujar seorang keponakan almarhum yang menolak dituliskan namanya, Minggu (31/1/2016).
Dari keterangan yang diberikan keponakan almarhum tersebut, diketahui bahwa almarhum Monang memiliki anak perempuan sulung berusia 22 tahun dari isteri pertama.

Sedangkan anak yang paling kecil masih berusia sekitar tiga tahun.
"Yang paling besar anaknya perempuan, sekitar 22 sampai 23 tahun, itu dari isteri yang pertama. Sedangkan yang paling kecil masih berusia sekitar 3 tahun," ujar lelaki tersebut saat dijumpai di rumah duka Jalan Gaharu Lorong 1.

Sementara itu, selaku isteri almarhum, Ros, belum dapat dimintai keterangannya. Ros masih dalam keadaan berkabung ditemani oleh keluarga dan kerabat. Diberitahukan sebelumnya, bentrokan antar ormas terjadi pada Sabtu (30/1/2016) kemarin. Akibat bentrokan tersebut, beberapa orang dilaporkan terluka dan meninggal dunia.

Sumber : Tribun Medan
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. ... - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya