JAKARTA- Aksi tawuran antar pelajar yang diduga melibatkan sejumlah siswa SMA Negeri 6 Jakarta mengundang keprihatinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI (DPRD) Jakarta.
Oleh karena itu, DPRD DKI Jakarta akan memanggil Kepala Sekolah SMAN 6 Kadarwati Mardiutama pekan depan. Selain itu, DPRD DKI Jakarta juga akan memanggil perwakilan orangtua murid SMA 6.
"Selama tidak menghambat proses belajar dan penyidikan, serta jadwalnya cocok, Senin 26 September kami akan memanggil Kepsek dan orangtua, kami ingin mendengar kejadiannya seperti apa," kata anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ditian Corisa, Jumat (23/9/2011).
Kendati demikian, tandasnya, pihak dewan tetap menyerahkan kewenangan untuk memutuskan siapa yang bersalah dalam aksi tersebut kepada pihak kepolisian. "Kami tetap mengembangkan praduga tidak bersalah," ungkapnya.
Ditian meminta pihak sekolah untuk tetap ikut bertanggung jawab atas kegiatan yang dilakukan sejumlah siswanya, kendati di luar jam sekolah. Menurutnya, di saat seperti sekarang bukan saatnya saling melempar kesalahan dan tanggung jawab.
"Sekolah itu tidak hanya urusan sains, tapi juga mengembangkan jiwa saling menghargai, itu masuk dalam fungsi sekolah memberikan pendidikan, sekolah dan orangtua harus bertalian untuk mengontrol anak-anak ini," paparnya.
Ditian berharap semua pihak dapat bergerak bersama mengembangkan iklim tenggang rasa dan pemahaman yang benar agar generasi muda tidak menjadi mudah tersulut. Hal ini utamanya menyangkut pemahaman agama dan kepancasilaan.
Dia pun mengimbau, kasus tawuran yang melibatkan siswa-siswa SMAN 6 dan SMAN 70, tidak lagi dibesar-besarkan. "Tolong bantu agar tidak terbangun opini bahwa mereka langganan tawuran, karena anak-anak ini kan sebenarnya polos," pungkasnya.